Program manajemen risiko berkelanjutan digunakan untuk melakukan identifikasi dan mengurangi cedera serta mengurangi risiko lain terhadap keselamatan pasien dan staf.
Identifikasi Risiko diperlukan agar rumah sakit melakukan mengetahui bahaya dan risiko dari setiap kegiatan yang dilakukan serta mengetahui cara mengendalikannya.
BAHAYA (hazard) adalah faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu (bisa pada barang ataupun suatu kegiatan maupun kondisi), misalnya pestisida yang ada pada sayuran ataupun panas yang keluar dari mesin pesawat. Atau sumber, situasi atau tindakan yang berpotensi mencederai manusia atau sakit penyakit atau kombinasi dari semuanya.
Bahaya ini akan tetap menjadi bahaya tanpa menimbulkan dampak/ konsekuensi ataupun berkembang menjadi accident bila tidak ada kontak (exposure) dengan manusia.
Jenis Bahaya
Berdasarkan jenisnya, bahaya dapat diklasifikasikan atas:
- Bahaya fisik
- Bahaya kimia
- Bahaya biologi
- Bahaya psikososial
RISIKO adalah potensi terjadinya kerugian yang ditimbulkan dari proses kegiatan/kegiatan sekarang maupun yang akan datang (Potensi kecelakaan, dampak kesehatan, kerugian material). Kemungkinan suatu hazard menimbulkan dampak pada keselamatan dan kesehatan, tergantung :
- Pajanan, frekuensi, konsekuensi
- Dose – Response
KEPARAHAN/ DAMPAK/ KONSEKUENSI (Severity) adalah dampak yang ditimbulkan akibat pajanan bahaya.
PROBABILITAS (Likehood) adalah kemungkinan terjadi atau tidak terjadinya sesuatu.
RISK PRIORITIZATION NUMBER (RPN) adalah hasil perkalian antara Dampak dan Probabilitas.